• [Lirik+Terjemahan] Black Raison d'être - Inside Identity (Identitas Diri)


    ROMAJI:

    INSIDE IDENTITY ibasho wa doko?

    kanchigai ga haji da to ka
    sunaosa ga itai to ka
    dare ga nanto iou to
    tadashisa nante wakannai ze
    futsuu ni nagareteiku nichijou ni
    muri shite najima se to
    shizun jima ta kousei tachi wo
    kanben nonde haitte ware

    konna boku wo wakatte hoshii
    iitai kedo ienakute
    nande dare mo wakattekunnai no to
    omou no zeitaku na no ka na? na no ka naa?

    kanjyouteki na taiyou wa
    netsu wo agesugite dou ni ka narisou
    sakebitakute shou ga nai
    gamushara ni motometeru IDENTITY

    (INSIDE MY FEELING, INSIDE MY JUSTICE
    jama shinai de ibasho wa doko)

    "kawaii~" tte dare ka ga itte
    tonari de kodama shite
    atama ni hate na ukabe
    nete okite kyou mo seiten
    kazatta DECORATION ga
    nigate na boku ga iru yo
    boku ni shika dekinai koto ga
    aru tte no mo shiten da kedo

    dou mirareteru ka ga shinpai na no?
    unazuku koto wa tadashii no?
    "hontou wa dou na no ka" ga ki ni naru yo
    kotae wo sagasu no mitsuketai mitsumetai

    kodoku wo shite ai wo shiru
    warikireru hodo otona janain da ga
    sabishii keredo yuzurenai
    boku dake no burenai IDENTITY

    ikinokoru dake ja dame saa
    nani ka wo nokoshitai kara koko ni iru wake saa
    dare ka ni moratta kairaku ga
    boku no shiawase to wa kagiranai ze

    na mo nai mainichi dakedo
    imi wo kakuritsu dekiru hi ga kuru yo
    chuunibyou to yobarete mo
    moratoriamu no uzu no naka

    kanjyouteki na taiyou ha
    netsu wo agesugite dou ni ka narisou
    sakebitakute shou ga nai
    gamushara ni motometeru IDENTITY

    (INSIDE MY FEELING, INSIDE MY JUSTICE
    jama shi nai de ibasho wa doko?)

    INDONESIA:

    Identitas diri, dimanakah kamu berada?

    Salah paham itu memalukan..
    Jujur itu begitu menyakitkan..
    Apa pun yang orang lain katakan..
    Aku masih tak mengerti apa yang benar..
    Aku memaksakan diri agar terbiasa..
    Dengan cepat hari-hariku berlalu..
    Aku menggigit, mengunyah dan meludahkannya..
    Segala kepribadianku yang ada dan tertawa saja..

    "Aku ingin kamu memahami diriku"..
    Aku ingin mengatakannya, tapi tak bisa..
    Mengapa tak ada satu pun yang mengerti?
    Apakah karena aku terlalu banyak bertanya?

    Matahari berbagai perasaanku..
    Membakar begitu panas dan membuatku terbakar..
    Aku ingin berteriak tapi mau bagaimana lagi..
    Dengan putus asa mencari identitasku..

    (Di dalam perasaanku, di dalam keadilanku
    Jangan mengganggu, dimanakah kamu berada?)

    Seseorang berkata "kamu cantik"..
    Dan menggema di sekitarku..
    Tanda tanya muncul di kepalaku..
    Aku tidur dan terbangun, sekarang hari yang cerah..
    Dengan dekorasi yang kupasang..
    Aku melakukan pekerjaan yang buruk..
    Meski aku tahu sesuatu..
    Yang hanya dapat kulakukan..

    Apakah kamu khawatir bila dilihat?
    Apakah menangis hal yang harus dilakukan?
    Aku penasaran dengan "bagaimana seharusnya"..
    Aku mencari jawaban karena ingin melihatnya..

    Aku mengenal kesepian dan cinta..
    Namun aku masih belum tumbuh dewasa..
    Aku kesepian namun tak dapat mengakuinya..
    Identitasku yang tak tergoyahkan..

    Bertahan hidup itu tidak cukup..
    Aku ingin meninggalkannya, itulah alasanku di sini..
    Kebahagian yang kudapatkan dari seseorang..
    Bukanlah kebahagian yang pasti untukku..

    Setiap hari itu tak bernama..
    Namun satu hari yang berarti pasti datang..
    Meski mereka memanggilku ABG Alay..
    Aku masih dalam pusaran moratorium..

    Matahari berbagai perasaanku..
    Membakar begitu panas dan membuatku terbakar..
    Mau bagaimana lagi tapi aku ingin berteriak..
    Dengan putus asa mencari identitasku..

    (Di dalam perasaanku, di dalam keadilanku
    Jangan mengganggu, dimanakah kamu berada?)
  • T.M. Revolution - Resonance (LYRIC TRANSLATION INDONESIA)

    Tsunaida tamashii no hi ga
    mune wo sasu nara
    Kotoba yori motto tsuyoi hibiki ga
    ima kikoeru ka?

    Jika  semangat jiwa bersatu
    di dada,
    resonansi lebih kuat dari kata-kata, kan?

    Roku ni me mo awasazu
    unmei ni made karandeku
    Yukisaki moro kabutteru
    kuenai yoru wo hashire

    Aku tidak dapat melihatnya
    Aku bahkan membiasakan terikat dengan takdir
    Tujuan kami adalah benar-benar sama
    Jalankan melalui malam tak tertahankan!
     
    Fukaoi shisugita mabushisa ga
    warui yume ni tsuzuite mo

    Terlalu banyak gemerlap,
    terus menjadi mimpi buruk

    Tsunaida tamashii no hi ga
    mune wo sasu nara
    Kotoba yori motto tsuyoi hibiki ga
    ima kikoeru ka?

    Jika semangat jiwa bersatu
     di dada,
    resonansi lebih kuat dari kata-kata, kan?
     
    Deatta wake wa dou datte ii
    mikitsukerarete
    Fureta shunkan no kizu no fun dake
    tashika ni nareru

    Apa pendapatmu tentang alasan untuk bertemu satu sama lain secara kebetulan?
    Aku terpesona
    Menyentuh beberapa luka-luka saat itu
    Aku akan pasti terbiasa dengan mereka
     
    Uso mo gisou mo aru
    yoreta sekai wo teri tsukete
    Moroto mo bukkowaresona
    muchuu no hate ga mitai

    Ada kebohongan dan penyamaran
    Menendang dunia yang berputar
    Bersama-sama denganmu,
    Aku ingin melihat akhir ini mungkin untuk istirahat
     
    'Hitori ni shinai' to tsukamu te wa
    Yasashisa kara too sugite

    Jika aku tidak melakukannya sendiri, tangan ku akan meraih
    Kebaikan mu
     
    Subete wo yakusoku dekiru
    asu wa nai kara
    Kinou yori chotto mashi na kizuna wo
    shinjite miyou ka

    aku bisa menjanjikan segala sesuatu
    karena tidak ada hari esok
    Lebih dari kemarin, mari kita coba untuk
    Percayalah pada ikatan kita

    Tsunaida tamashii no hi ga
    mune wo sasu nara
    Kotoba yori motto tsuyoi hibiki ga
    ima kikoeru ka?

    Jika semangat jiwa bersatu
    di dada,
    resonansi lebih kuat dari kata-kata, kan?

    Deatta wake wa dou datte ii mikitsukerarete
    Fureta shunkan no kizu no fun dake tashika ni nareru

    Apa pendapatmu tentang alasan untuk bertemu satu sama lain secara kebetulan?
    Aku terpesona menyentuh beberapa luka-luka saat itu, aku pasti akan terbiasa dengan mereka

  • Sukima Switch - Star Vessel (LYRIC TRANSLATION INDONESIA)


    Dōshite? Dōshite? Naite umarete
    Itsuka nagarete hoshi ni natte iku ndarou?

    Mengapa, mengapa, kita menangis saat dilahirkan?
    Lalu menangis lagi suatu saat, sebelum menjadi bintang.


    Bokura wa dōshite? Dōshite? Osowattenainoni
    Namida no nagashi-kata o shitteru ndarou?

    Mengapa, mengapa, walau tanpa ada yang mengajari,
    Kita tahu cara meneteskan air mata?


    Afureru shizuku wa taema naku Sosoga reta aijō no akashi de
    Michibika reru mama yuruyaka ni sotto
    Tsutatte kita nda

    Tetesan-tetesan yang meluap adalah bukti cinta yang tak terhingga.
    Dalam bimbingan, mengumumkan keberadaannya dengan perlahan,
    Lembut.


    Kokorokara karada e
    Karada wa kokoro e
    Tsuranaru ikutsu mono Karamiatta rasen no moyō

    Sono hitotsuhitotsu ni
    Mirai ga mietanaraa
    Nagamete iru kono sora wa hora
    Uchū ni mieru

    Dari hati ke tubuh, lalu tubuh menjadi hati,
    Bersama banyak pusaran-pusaran spiral berbelit dan terikat.
    Jika masa depan dapat terlihat satu demi satu, langit yang kita lihat pun,
    Akan tamnpak seperti ruang angkasa.


    Dōshite? Dōshite?Tsuki wa itsu demo
    Nani mo iwanaide yami o
    Terashite iru ndarou?

    Mengapa, mengapa, bulan itu selalu,
    Menerangi kelam kegelapan tanpa kata-kata?


    Bokura wa dōshite? Dōshite?Kodō no kazu ni
    Kagiri ga aru no o shittete
    Muda ni shi chau darou?

    Mengapa, mengapa, walau tahu detak jantung ini terbatas,
    Kita menghabiskannya untuk hal yang sia-sia?


    Mune ni kakae teru utsuwa no
    Ōki-sa ni kachi o miidasu n janakute
    Sono naka ni aru betsu no ōkina tane ni
    Inochi o kanjitai...

    Daripada terus menimbang-nimbang besar nilai wadah dalam hati kita masing- masing,
    Aku lebih ingin merasakan “jiwa” tumbuh dari benih hangat yang ada di sana


    Don'nani me o korashite jibun o miyou to shite mo
    Moyamoyade yoku mienaiya Sonōchi miushinatte shimau

    Seperti apa pun  kita menyipitkan mata untuk melihat diri sendiri,
    Semua masih terlalu buram dan tak jelas, hingga akhinya tak berbekas.


    Uagaseba sagasu hodo  Chirakashite shimaunara
    Miyōmimane datte kono-te de Sō tsukureba ī

    Jika segalanya makin luluh lantak semakin kita mencari, tindakan palsu dan berpura-pura pun,
    Lebih baik dibuat ulang saja.


    Ikiru tte iu koto Sore wa kitto
    Sukoshi zutsu tebanashite iku kotoo
    Saigo no hitotsu o Ushinau sono toki-gawa ni ite
    Namida o kureru hito ga iru
    Sore de ureshī

    Menjalani hidup itu pasti harus melepaskan segala hal perlahan-lahan,
    Lalu saat merelakan satu hal terakhir, akan ada seseorang di sisimu yang menangis untukmu,
    Hanya dengan itu saja, kita bahagia.

    Kokorokara karada e Karada wa kokoro e
    Tsuranaru ikutsu mono Uketsugu rasen no moyō

    Dari hati ke tubuh, lalu tubuh menjadi hati,
    Menerima banyak ikatan-katan berbentuk pusaran-pusaran spiral.


    Furikaesa rete iku koto ga Mōiyada to omoeta toki
    Me no mae no keshiki subete ga ima Uchū ni natta uchū ni natta

    Saat kita menganggap perulangan kejadian-kejadian ini sebagai keabadian, pemandangan di depan mata kita,
    Menjadi ruang angkasa.
  • DOES - Shura (LYRIC TRANSLATION INDONESIA)


    machikado wa iromeku shojora no nawabari
    samishigari na osage tsumujikaze ni yurete
    Sudut-sudut jalan tempat hidup gadis-gadis
    Kesepian yang bercampur dengan angin
    mimizawari na yuuwaku hanatsubaki no kaori
    kumonashi no gogo ni wa boku no shura ga sawagu
    Sebuah cobaan yang melukai telingaku, dan aroma bunga kamelia
    Pada malam tak berawan diriku memulai keributan
    yaketsuku omoi wa urei tsunoraseru 
    kasanaru omokage wo mitsukete wa unadareteiru
    Perasaan terbakar ini memperkuat penderitaanku
    Melihat banyak jejak, dan menggantung kepala
    hii - dareka boku no 
    fuu, hi wo keshite 
    mii, tobashitekure
    yon, ie ie
    Satu, seseorang kumohon
    Dua, padamkan api ku
    Tiga, dan biarkan aku terbang bebas
    Empat, yeah yeah
    kakenuketa ichigeki erekiteru biribiri
    nayamashige na matsuge soko haka tonaku darui
    Sebuah kejutan melintasi tubuh ku, seperti aliran listrik
    Mereka merindukan bulu mata yang  memiliki daya tarik tertentu
    kusuburu omoi wa urei tsunoaseru
    ano hi no omoide wo usumete wa otonabiteiku
    Pikiran-pikiran membara memperkuat penderitaanku
    Saat aku tumbuh dewasa, kenangan hari-hari memudar
    hii - dareka boku no
    fuu, hi wo tsukete
    mii, moyashitekure ni
    yon, ie ie
    Satu, seseorang kumohon
    Dua, padamkan api ku
    Tiga, dan biarkan aku terbang bebas
    Empat, yeah yeah 
     
     
  • Re Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu


    Sinopsis Re Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu:
    Dalam perjalanan pulang dari toko, tiba-tiba, seorang murid SMA yang bernama Subaru Natsuki dipanggil ke dunia lain. Dan tak ada tanda-tanda siapa orang yang telah memanggilnya, terlebih lagi situasinya semakin buruk saat ia diserang. Tapi saat ia diselamatkan oleh seorang gadis berambut perak misterius bersama peri kucing, Subaru memutuskan bekerja sama dengannya untuk membalas budi. Saat mereka akhirnya berhasil mendapatkan petunjuk, Subaru dan gadis itu diserang dan dibunuh oleh seseorang. Subaru kemudian terbangun di tempat ia pertama kali datang ke dunia lain itu dan dia menyadari kalau dirinya memperoleh kekuatan “Kembali dengan Kematian” dan dia pun menjadi seorang anak yang tak berdaya yang hanya memiliki kemampuan untuk memundurkan waktu dengan kematian. Dalam keputusasaan, bisakah dia menyelamatkan gadis itu dari takdir kematiannya?
     
     
     
  • [Lirik+Terjemahan] THE ORAL CIGARETTES - Kyouran Hey Kids!! (Mengamuklah, Hei Anak Muda!!)





    ROMAJI:

    (Tonight we honor the hero!)

    Fusagu NO-men ni kowasu kyouran Kids
    Uso kirai houkai hibi wo touka shite
    Amai taion no mitsu nioi tatte
    Sosoru Flavor Flavor Flavor
    Just wanna hold your hands
    Just wanna hold your hands
    Just wanna hold your hands

    Kurutte Hey Kids!!
    Tozashita kinou wo terashite iki mo nai shoudou
    Kurutte Hey Kids!!
    Modorenai basho wo sagashite oh oh

    Kurutte Hey Kids!!
    Kudaranai ego wo tobashite imi no nai kousou
    Kurutte heiki?
    Watashi no namae wo hakanai ka?

    (Are you ready? I respect the hero!)

    Narasanai no? Kokkeina disutoushon
    Imaya kyouhan sa ama no sonzai mo hora
    (Who is the master who calls my favorite name!)
    Iza forever ever ever

    Kurutte Hey Kids!!
    Tozashita kinou wo terashite iki mo nai shoudou
    Kurutte Hey Kids!!
    Modorenai basho wo sagashite oh oh

    Kurutte Hey Kids!!
    Kudaranai ego wo tobashite imi no nai kousou
    Kurutte heiki?
    Watashi no namae wo hakanai ka?

    Just wanna hold your hands
    Just wanna hold your hands
    Just wanna hold your hands

    Kurutte Hey Kids!!
    Shidai ni jidai wa kawatte owaranai shousou
    Kurutte Hey Kids!!
    Deau hazu datta anata to oh oh

    Kurutte naita
    Wasurenai ai wo sagashite tsunagitai zutto
    Kurutte Hey Kids!!
    Soredemo mirai wa hakanai ka?

    Just wanna hold your hands

    (I swear I respect the hero)

    INDONESIA:

    (Malam ini kita menghormati pahlawan)

    Menghancurkan topeng palsu dan anak muda mengamuk yang melakukannya
    Benci kebohongan? Kehancuran? Hari-hari itu pun lenyap
    Bahkan aroma madu pada suhu tubuh yang manis
    Membawa rasa, rasa, rasa yang menggairahkan
    Aku hanya ingin menggenggam tanganmu
    Aku hanya ingin menggenggam tanganmu
    Aku hanya ingin menggenggam tanganmu

    Mengamuklah, hei anak muda!
    Sinarilah masa lalu yang suram, debaran yang tak bisa kabur
    Mengamuklah, hei anak muda!
    Mencari tempat yang kau takkan bisa kembali, oh oh

    Mengamuklah, hei anak muda!
    Buanglah ego yang tak berguna, konflik yang tak berarti
    Apakah tidak apa mengamuk?
    Mengapa kau tidak menyebut namaku saja?

    (Apakah kau siap? Aku menghargai sang pahlawan)

    Apa kau tak mengakuinya? Distorsi yang lucu ini
    Kaki tangan kejahatan, lihatlah kehadiranmu yang lemah
    (Siapakah sang tuan yang menyebut nama favoritku!)
    Bagaikan selama-lamanya, selama-lamanya

    Mengamuklah, hei anak muda!
    Sinarilah masa lalu yang suram, debaran yang tak bisa kabur
    Mengamuklah, hei anak muda!
    Mencari tempat yang kau takkan bisa kembali, oh oh

    Mengamuklah, hei anak muda!
    Buanglah ego yang tak berguna, konflik yang tak berarti
    Apakah tidak apa mengamuk?
    Mengapa kau tidak menyebut namaku saja?

    Aku hanya ingin menggenggam tanganmu
    Aku hanya ingin menggenggam tanganmu
    Aku hanya ingin menggenggam tanganmu

    Mengamuklah, hei anak muda!
    Waktu berubah secara bertahap, kekhawatiran yang tiada akhir
    Mengamuklah, hei anak muda!
    Bersama denganmu yang seharusnya di sini, oh oh

    Dalam tangisan yang mengamuk!
    Aku mencari cinta yang tak terlupakan dan ingin terus terhubung
    Mengamuklah, hei anak muda!
    Namun sepertinya masa depan masih begitu fana

    Aku hanya ingin menggenggam tanganmu

    (Aku berjanji, aku menghargai sang pahlawan)

  • [First Impression] Dimension W



    Kenapa Saya Tertarik Menonton:
    1. Science fiction duuuuuude!!
    2. Dari sinopsisnya, konsep dunianya KEREN SANGAT.
    3. Dari trailer, protagonisnya bakal tipe-tipe badass anjay.
    4. Lagi-lagi dari trailer, lagunya keren.

    Kesan Awal:
    2036, keberadaan satu vektor dimensi lain selain X, Y, dan Z berhasil dibuktikan. Dimensi W.

    2051, alat khusus bernama "Coil" diciptakan untuk mengambil dan memanfaatkan energi tidak terbatas dari dimensi W.

    2062, sistem transmisi energi global nirkabel terbentuk: World System.

    2072, Mabuchi Kyouma, seorang Collector yang tidak menyukai keberadaan Coil, bertemu dengan seorang android bernama Mira. Keduanya pun bekerjasama dalam perburuan Coil ilegal.





    Saya bener-bener auto-histeris jejeritan riang gembira begitu tau konsep dunia yang demikian. Worldbuilding-nya bener-bener general (sistem secara umum) dengan tidak menaruh soft spot secara terlalu jelas agar cerita gampang disetir ke arah tersebut. Satu-satunya sedikit keanehan yang saya temukan adalah, sebenernya dimensi W ini cuma dimensi -X (kalo perhatiin penggambaran poros koordinatnya). Tapi whatever lah ya, teknik what-if nya udah bener kok secara science fiction
    Nggak cuma itu, saya juga suka pengandaian yang berangkat dari permasalahan masa kini. Permasalahan apa? Masalah ENERGI. "Bagaimana seandainya bahan bakar fosil nggak lagi dibutuhkan, dan digantikan dengan sumber energi alternatif tanpa batas dan bersih?"

    Dipadukan dengan konsep monocorporatocracy dengan perusahaan New Tesla Energy sebagai pemegang tunggal teknologi distribusi energi global ("World System")... udah deh, kelar masalah di sistem dunianya. Saya nggak bisa komplain apa-apa lagi. Ini baru science fiction!


    Apa lagi? Tentu buat karakter utamanya!

    Bosan dengan makhluk beta male yang cupu, nggak maskulin, berwajah unyu, punya kadar hoki yang nggak masuk akal, dan/atau disukai satu atau lebih cewek tanpa sebab yang logis? Mungkin Anda akan cocok dengan Dimension W.

    Di sini kita punya Mabuchi Kyouma, seorang Collector (sejenis bounty hunter yang berburu Coil ilegal) dan juga veteran perang yang pernah tergabung dalam unit pasukan khusus anti-Coil bernama Grendel. Tampang sangar plus fisik yang fit berpadu dengan sifat dingin menjadikan Kyouma salah satu sosok antihero yang cukup greget. Dan dari 2 episode yang saya tonton ini, saya bisa ngambil kesimpulan kalo kebencian Kyouma terhadap Coil sebenernya karena adanya potensi super berbahaya dari Coil yang mampu menciptakan distorsi kontinuitas ruang-waktu (mungkin ada hubungannya dengan W = -X ? #ngarang #plak), bukan karena dirinya anti terhadap kemajuan teknologi.

    Lelaki badass tidak akan lengkap rasanya jika tidak berpasangan dengan wanitah perempuan yang bisa memberikan balance.

    Di sini kita punya Mira, android sakti hasil ciptaan istri (Yurizaki Seira) dari penemu World System (Yurizaki Shidou). Kebalikan dari Kyouma, Mira memiliki sifat lebih ramah dan cukup feminin untuk ukuran bukan cewek beneran sebuah robot. Namun sama dengan si protagonis cowok, Mira juga punya misi untuk mencari tahu lebih banyak tentang Coil ilegal atas wasiat yang pernah dikatakan Dr. Yurizaki.

    Saya cukup puas dengan kepribadian kedua karakter utama yang bisa jadi akan memberikan pendekatan yang berbeda untuk penyelesaian kasus yang sama, dan mudah-mudahan akan terus jadi tim yang solid. :3

     


    Hingga episode 2 ini saya juga puas dengan kemunculan salah satu secondary character, Loser, yang membuka lebih jauh tentang beberapa hal. Jadi bukan sekedar penggembira hore-hore doang, tapi ada manfaatnya sebagai plot device dengan tujuannya untuk mencari serial Coil "Number". Saya menduga kalo "Number" yang dicari-cari si Loser adalah prototype dari segala Coil baik legal maupun ilegal, atau merupakan 1st generation stable release yang pertama kali berhasil "menambang" energi dari dimensi W (mungkin merupakan seperangkat stabilisator dimensional juga?). Dengan kata lain, eksistensi si Loser akan menyingkapkan lebih detail lagi misteri mengenai vektor dimensi keempat itu... #histerislagi

    Lalu si android yang satunya itu, Four... Saya ada sedikit rasa curiga, tapi belom termaterialisasi sempurna di kepala saya kira-kira kenapa ada android satu lagi di dalam alur cerita. Bersumber daya dari serial Coil Number kah? Kenapa pula namanya harus angka empat...? Apakah bakal ada android lain/benda lain dengan nomor juga? Oh well, petunjuknya masih kurang. Lupakan, lupakan. Yang penting adalah, ada loli yang belom keluar. #plak


    Sisanya... pace-nya bagus untuk action (kencengnya asoy), animasinya oke, seiyuu-nya banyak yang pro dan cocok ngisi karakternya, lagu opening-nya asik, plus cool. Yeah, cool. Cuma satu kata yang cocok untuk menggambarkan 2 episode awal anime ini secara keseluruhan: KEREN!

    Ya udah lah ya, itu aja.

  • Copyright © - Nisekoi - All Right Reserved

    ANIME (MUSIK - FILM) Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan